Dengan pendengarannya yang tajam, Lynx menangkap bisikan kekhawatiran para penjaga. Ia memilih tetap diam, membiarkan dirinya seperti penonton pasif, sambil memperhatikan seragam hijau dominan milik Sekte Akar Kehidupan dengan rajutan simbol akar keemasan yang melingkar indah di dada mereka.

"Tapi dia mengatakan dari Desa Linxi… mungkinkah dia seorang alchemist dari sana?" bisik salah seorang penjaga dengan nada ragu.

Mereka saling bertukar pandang penuh curiga, hingga akhirnya salah satu penjaga melangkah maju. Suaranya terdengar lebih sopan dibanding sebelumnya. "Jika benar dari Desa Linxi, kalian tentu memiliki tanda pengenal dari tempat itu."

Dengan gerakan gugup, Ou Ruoyun merogoh saku bajunya dan mengeluarkan medali alchemist tingkat dua, tanda pengenal dari Desa Linxi. Tangannya sedikit gemetar ketika menyerahkannya. "Apa kalian sekarang percaya pada kami? Kami datang ke sini untuk segera bertemu dengan Paman Bao Zhihui."

Penjaga itu menerima medali tersebut, menatap wajah Ou Ruoyun yang jelas menunjukkan kegugupan. Ia memeriksanya dengan teliti, lalu mengangguk pelan. "Ini memang asli dari Desa Linxi…" gumamnya rendah. Namun segera ia berpaling ke rekan-rekannya, berdiskusi dengan wajah cemas. "Tetap hati-hati. Banyak alchemist yang belakangan ini menghilang, kita tidak bisa sembarangan membuka mulut tentang keberadaan Tuan Bao. Perhatikan wanita ini, wajahnya menunjukkan rasa takut yang berusaha ia sembunyikan, sementara pria di sampingnya terlalu tenang. Segera informasikan kepada para tetua, minta petunjuk bagaimana menghadapi mereka."

Lynx yang mendengar percakapan itu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian menoleh pada Ou Ruoyun. Ia baru sadar tubuh gadis itu masih bergetar, wajahnya pucat dengan kecemasan yang begitu jelas. Dalam hatinya ia mengeluh, "Sial. Seharusnya aku memastikan dia tenang dulu sebelum membawanya kemari."

Seorang penjaga muda segera berlari menuju bangunan  para tetua biasa berkumpul. Namun sebelum ia jauh, langkahnya terhenti. Dari arah dalam sekte, seorang pria tua sudah berjalan mendekat dengan langkah mantap, sorot matanya menyapu seluruh keadaan. Penjaga itu buru-buru menyampaikan laporan.

Lynx mendengarkan jelas setiap kata yang mereka ucapkan, tentang kecurigaan, tentang hilangnya para alchemist, dan yang terpenting, bahwa Bao Zhihui sudah tidak berada di Sekte Akar Kehidupan selama beberapa bulan terakhir.

Pria tua itu akhirnya berdiri di hadapan Lynx dan Ou Ruoyun. Tatapannya penuh wibawa, suaranya mengandung tekanan. "Kalian dari Desa Linxi? Apa kamu juga berasal dari sana?" tanyanya, pandangannya tajam menelisik Lynx.

Lynx hanya menganggukkan kepala. Ia tahu tidak ada gunanya berlama-lama di tempat ini, orang yang mereka cari sudah tidak ada.

Dahi sang tetua berkerut. "Untuk apa kalian mencari Bao Zhihui di sekte ini?"

Lynx menampilkan senyum tipis, suaranya tetap tenang. "Aku hanya ingin mengantarkan gadis ini. Dia anak angkat Tuan Bao, namanya Ou Ruoyun. Aku ingin membawanya agar bisa bertemu dengannya."

Tatapan sang tetua makin tajam. Ia memperhatikan detail demi detail, dari wajah tenang Lynx hingga tubuh gemetar Ou Ruoyun. Dari aura mereka, jelas keduanya hanya berada di tingkat Forging Qi awal. Namun anehnya mereka bisa menempuh perjalanan jauh tanpa tanda lelah, tanpa noda perjalanan. Kecurigaan dalam hati tetua itu makin menebal.

Lynx sendiri sudah kehilangan kesabaran. Ia tahu Bao Zhihui tidak ada di sini. Ia tidak ingin membuang waktu lebih lama. "Biarlah aku cari informasi di perjalanan nanti," pikirnya.

"Tetua, karena tugasku hanya mengantarkan nona Ou ke sini, bisakah anda mengurusnya. Aku harus pergi, ada urusan lain," ucap Lynx datar, berniat meninggalkan gadis itu di sekte karena yakin mereka akan menjaganya.

"Tidak, Tuan Xiao, jangan…" Ou Ruoyun tiba-tiba meraih tangan Lynx erat-erat. Suaranya bergetar, matanya memohon. "Jangan tinggalkan aku sendiri."

Sorot cemasnya tak bisa ia sembunyikan. Trauma yang pernah menimpanya membuatnya gentar berada di tengah orang asing.

Tatapan sang tetua mengeras. "Apa maksud kalian? Permainan macam apa yang sedang kalian lakukan!" bentaknya lantang, penuh kewaspadaan.

Lynx mendesah panjang, batinnya bergumam, "Aku sudah berjanji membawanya menemui Bao Zhihui. Kalau begitu, biarlah dia tetap ikut bersamaku."

Ia menunduk sedikit, berbisik lembut. "Apa kamu yakin ingin ikut? Di sini kamu lebih aman. Mungkin kamu bisa bertemu pamanmu."

Ou Ruoyun menunduk, wajahnya semakin pucat. Ia ingin sekali bertemu Bao Zhihui, tetapi berada di sini tanpa dirinya membuat rasa takutnya makin besar. Suaranya lirih, penuh harap. "Tuan Xiao, kita belum bertemu paman Bao. Tolong, temani aku sebentar saja… sampai aku melihatnya."

Lynx menatap gadis itu lekat-lekat. "Bagaimana aku menjelaskan kalau Bao Zhihui tidak ada di sini. Jika aku mengatakannya sekarang, mereka akan curiga kenapa aku bisa tahu."

"Hei, kalian!" suara tetua itu menggelegar, nadanya kesal merasa diabaikan.

Lynx segera menangkupkan tangannya sopan, tapi ucapannya singkat. "Maaf tetua, aku baru ingat ada hal yang harus segera kuurus. Kami akan kembali nanti." Tanpa menunggu izin, ia meraih tangan Ou Ruoyun dan menariknya menjauh.

"Tunggu!" bentakan sang tetua meledak. Sorot matanya membeku dingin. "Hentikan mereka!"

Para murid dan penjaga segera bergerak, mengepung keduanya rapat. Bagi sang tetua, tingkah Lynx semakin mencurigakan. Seorang gadis yang membawa tanda pengenal dari Desa Linxi wajib ia lindungi. Namun pria ini berusaha kabur setelah ditanya, membuat kecurigaan itu berubah menjadi keyakinan bahwa ada sesuatu yang mereka sembunyikan.

Lynx mendesah pelan, matanya menatap ke sekeliling yang kini penuh dengan tatapan curiga. "Urusan sederhana kenapa jadi ribet begini sih," gumamnya lirih, suaranya sarat kejengkelan. Ia sebenarnya ingin segera menghilang dari pandangan mereka, namun batinnya bergejolak. Apa gunanya ia menyembunyikan identitas jika menghadapi hal sepele seperti ini saja masih harus menggunakan kekuatan?

Dengan gerakan tenang namun penuh tekanan, Lynx merogoh saku bajunya. Ia mengeluarkan sebuah tanda pengenal dan selembar surat pengantar. Suaranya lantang, cukup membuat para penjaga yang mengepung sedikit tertegun. "Tunggu! Ini dari Kepala Desa Linxi. Kuharap ini bisa menghentikan kesalahpahaman di antara kita."

Ia menyerahkan benda itu kepada salah seorang penjaga yang bergegas maju, menerima tanda pengenal dan surat dengan kedua tangan, lalu segera membawanya kepada sang tetua.

Begitu pria tua itu melihat tanda pengenal tersebut, tangannya mendadak bergetar hebat. Mata tuanya melebar tak percaya. Itu adalah medali alchemist tingkat empat dari Desa Linxi. "Tidak mungkin… tidak mungkin anak semuda ini bisa menjadi alchemist tingkat empat. Ini pasti bukan miliknya," bisiknya dengan nada penuh keraguan bercampur penolakan.

Tanpa repot-repot membuka surat pengantar yang ikut diserahkan, ia sudah lebih dulu dikuasai oleh kecurigaan. Tatapannya menjadi dingin, suaranya berubah tegas memerintah. "Tangkap mereka! Bawa keduanya menghadap Ketua Sekte untuk diperiksa!"

Wajah Lynx langsung mengeras, sorot matanya menyiratkan amarah yang ia tahan dengan susah payah."Orang-orang ini sungguh mengesalkan."

Ia tidak ingin menunda waktu lebih lama di tempat ini. Dalam sekejap, ia meraih tubuh Ou Ruoyun, merangkulnya erat dan dalam sekejap bayangan tubuh mereka menghilang dari kepungan para penjaga.

Angin kencang berdesir, debu beterbangan, dan tatapan para murid hanya menangkap siluet samar sebelum lenyap dari pandangan.

"Kemana mereka?"

Para penjaga melihat sekitar mencari keberadaan mereka berdua namun tidak ada sedikitpun jejak yang ditinggalkan. Sementara tetua sekte tubuhnya menegang. Dengan kemampuannya di ranah Master Foundation, dia tidak dapat melihat gerakan mereka berdua tetapi dari kejauhan secara samar dia bisa merasakan jejak tipis dari tekanan kekuatan besar  yang hanya di miliki oleh seorang immortal .

"Aku harus melaporkan hal ini segera. Seseorang sudah membawa mereka berdua pergi dari tempat ini tanpa meninggalkan jejak. Mereka berdua pasti berhubungan dengan desa Linxi." batin Tetua yang segera berbalik untuk melapor. 

Setelah merasa jauh dari sekte Akar Kehidupan, Lynx berhenti dan menurunkan tubuh Ou Ruoyun. 

"Maaf nona Ou, aku terpaksa harus membawamu dengan cara ini karena mereka bisa menghambat tujuan kita. Selain itu aku mendengar percakapan mereka bahwa paman Bao mu tidak ada disana." kata Lynx pelan.

Ou Ruoyun  bergetar saat memandang lagi wajah Lynx yang sudah berubah kembali menjadi sosok yang terlihat menakutkan dengan mata merah bersinar seolah mampu melihat jiwanya. 

